Ternak Kroto di Lahan Sempit

Rumahhewan.co.id – Ternak kroto atau telur semut memang masih jarang ditemukan. Hal ini bisa dijadikan sebagai peluang bisnis yang menguntungkan bagi Anda. Manfaat dari kroto sendiri adalah sebagai pakan burung. Jika Anda tertarik dengan bisnis ini, Anda bisa simak ulasan artikel berikut ini tentang cara budidaya kroto di lahan sempit.

Ternak Kroto di Alam Bebas

Cara budidaya kroto di lahan sempit bisa dilakukan secara alami, yaitu beternak kroto di alam bebas. Jika Anda ingin beternak dengan cara ini, maka Anda tidak perlu menyiapkan tempat budidaya.

Anda bisa  mengambilnya secara langsung dari pepohonan tempat sarang kroto berada dengan menggunakan galah, jaring, dan senter sebagai alat penerangan.  

Ternak Kroto dari Budidaya

Untuk memulai bisnis budidaya kroto, Anda bisa mengambil bibit kroto untuk diternakkan di rumah sehingga Anda bisa menghemat biaya tanpa harus membeli bibit pada peternak kroto lainnya.

Namun, jika Anda tidak menemukan bibit kroto di alam bebas, Anda bisa membelinya dan mendapat paket lengkap yang terdiri dari ratu semut, prajurit, dan semut pekerja yang bisa Anda kembang biakkan.

Ternak Kroto Tanpa Ratu

Terkadang saat Anda membeli bibit kroto dari peternak, antara ratu semut dengan kroto akan dijual terpisah. Harga untuk ratu semut juga relatif lebih mahal dibandingkan harga kroto. Cara ini bisa Anda gunakan jika modal yang anda miliki terbatas. Anda bisa melakukan ternak semut saja tanpa memerlukan ratu semut karena ratu semut juga berasal dari kroto itu sendiri.

Ternak Kroto dengan Stoples

Cara budidaya kroto di lahan sempit bisa dilakukan dengan menggunakan media stoples. Stoples berfungsi sebagai tempat tinggal bagi semut rangrang. Namun, penggunaan stoples sebagai media budidaya memiliki kelebihan dan kelemahan antara lain sebagai berikut.

a) Kelebihan

  • Harga stoples tergolong murah dan terjangkau, serta mudah didapatkan di toko atau warung.
  • Proses panen kroto menjadi mudah.
  • Teknik penjualannya lebih cepat.
  • Dapat melakukan pengamatan dan pemantauan terhadap perkembangan kroto dengan mudah karena media yang digunakan relatif kecil, sempit, dan umumnya berwarna bening.

b) Kelemahan

Kelemahan penggunaan stoples sebagai tempat budidaya kroto adalah cepat penuh karena ukuran stoples yang tidak terlalu besar dan memiliki ruang yang terbatas.

Ternak dengan Besek

Besek adalah tempat dari bambu yang dianyam. Penggunaan besek sebagai tempat atau media budidaya hampir sama seperti ketika Anda menggunakan stoples, yang membedakan hanya kapasitasnya saja. Penggunaan besek juga memiliki kelebihan dan

a) Kelebihan

  • Memiliki ruang yang lebih luas dibanding stoples.
  • Terbuat dari bahan alami yaitu bambu yang dianyam sehingga lebih awet dan tidak cepat rusak.
  • Penggunaan besek sebagai media membuat temperatur suhu dan kelembaban kandang sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan kroto yang Anda ternakkan lebih optimal.

b) Kelemahan

  • Harganya lebih mahal dibandingkan dengan stoples
  • Besek cukup sulit ditemukan karena persediaannya yang terbatas karena cukup jarang digunakan oleh masyarakat pada umumnya.
  • Sulit melakukan pengamatan dan pemantauan terhadap tumbuh kembang kroto karena tidak terbuat dari media yang bening atau transparan.

Ternak Kroto dengan Paralon

Ternak kroto di lahan sempit dapat menggunakan paralon sebagai media perkembangbiakan kroto. Penggunaan paralon merupakan inovasi dan alternatif dari penggunaan stoples dan besek sebagai media budidaya kroto. Paralon sebagai media budidaya memiliki kelebihan dan kelemahan antara lain sebagai berikut.

a) Kelebihan

  • Mudah ditemukan dan banyak dijual di toko bangunan.
  • Terjamin kerapiannya.
  • Memiliki ketahanan yang bagus sehingga lebih awet jika dibandingkan penggunaan stoples dan besek.
  • Menampung kroto lebih banyak.

b) Kelemahan

  • Proses panen cukup sulit dilakukan.
  • Kesulitan saat melakukan pengemasan bibit kroto
  • Pertumbuhan dan perkembangan kroto sulit dipantau dan diamati.

Ternak dengan Kardus

Salah satu media yang bisa Anda gunakan pada lahan yang sempit adalah kardus. Meski cukup aneh dan jarang digunakan sebagai media budidaya, kardus bisa menjadi alternatif tempat ternak kroto di lahan yang sempit. Penggunaannya sebagai media juga memiliki kelebihan dan kelemahan antara lain sebagai berikut.

a) Kelebihan

  • Kardus bisa ditemukan dengan mudah.
  • Harga kardus yang murah dan terjangkau.
  • Memiliki ukuran yang cukup beragam dan variatif.

b) Kelemahan

  • Kesulitan untuk melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan dan perkembangan kroto yang Anda ternakkan.
  • Sulit melakukan proses pemanenan kroto.
  • Jika kondisi kardus tidak baik, kroto tidak dapat hidup dengan nyaman, bahkan bisa berujung pada kematian kroto.

Bagi yang punya lahan sempit namun masih ragu untuk membudidayakan telur semut ini, berikut referensi ternak di lahan sempit dari rumahhewan.co.id

Anda bisa memilih dan menyesuaikan sendiri terkait penggunaan media sebagai cara budidaya kroto di lahan yang sempit. Untuk perawatan kroto, harus selalu memerhatikan tumbuh kembang kroto agar bisa berkembang biak dengan baik.

Jangan lupa untuk selalu memeriksa keadaan media budidaya agar tetap bersih dan jangan sampai bocor, sehingga kroto dapat hidup dengan aman dan nyaman.

Tinggalkan komentar