Cara Ternak Ayam Kampung (Ayam Jawa)

Rumahhewan.co.id – Cara ternak ayam jawa atau kampung bisa dianggap susah – susah gampang. Ayam jawa atau yang sering disebut sebagai ayam kampung dulunya di ternak kecil – kecilan oleh masyarakat Jawa hampir di setiap rumah.

Jenis peternakan yang mereka lakukan adalah peternakan umbaran. Maksudnya ayam yang diternak tidak diberi makan khusus, namun mencari makan sendiri pada pagi sampai sore hari, kemudian malam harinya ayam dimasukkan ke kandang.

Sistem seperti itu untuk saat ini sudah tidak lazim, apalagi jika ingin ternak ayam jawa dengan tujuan komersial dan dalam skala yang besar. Peternakan ayam jawa di Indonesia adalah jenis peternakan yang cukup menjanjikan dilihat dari sudut pandang bisnis.

Oleh karenanya, bagi kamu yang tertarik dengan bisnis peternakan ayam jawa, berikut akan dijabarkan cara ternak ayam kampung atau ayam jawa dengan praktis dan mudah.

Bibit Ayam Jawa yang Unggul

Bibit adalah cikal bakal yang menentukan kualitas hasil peternakan kamu kedepannya. Pastikan penjual bibit adalah seseorang yang terpercaya dan memiliki banyak pengalaman di dunia peternakan ayam.

Bibit ayam kampung dapat diperoleh dengan beberapa macam antara lain;

  • membeli indukannya,
  • membeli DOC (Day Old Chicken) bibit berupa anak ayam yang baru saja menetas,
  • atau dengan menetaskan telur induk ayam milik sendiri.

Khusus untuk DOC, ada beberapa ciri yang harus diperhatikan diantaranya anak ayam harus memiliki mata yang jernih dan cerah, lincah, badan tegap dan bulu mengkilap yang bersih. Pastikan jangan ada cacat fisik pada tubuh ayam. Selain itu perlu diperhatikan saat waktu penetasan, bibit yang baik adalah bibit yang ditetaskan tepat pada waktunya.

Banyak kok yang jual bibitnya. Kalian bisa beli di toko online maupun toko terdekat. Sebagai referensi saya berikan link dari toko online, https://www.tokopedia.com/find/bibit-ayam-kampung-super

Kandang yang Layak

Kandang ayam
Sumber: www.pexels.com

Penting sekali memperhatikan dimana lokasi kandang ayam dan bagaimana konstruksi kandang. Ayam yang diternak di kandang yang baik dan bersih tentunya akan memiliki kualitas yang bagus pula.

Kandang tempat makan dan berteduh ayam tidak boleh dibuat asal – asalan. Hal tersebut akan menghambat keberhasilan kamu dalam mengelola peternakan ayam kampung. Kandang harus dalam kondisi yang kering dengan sirkulasi udara yang baik.

Lokasi kandang harus jauh dari perumahan warga dengan jarak minimal 5 m, dihadapkan ke timur  agar sinar matahari dapat masuk ke dalam kandang dan usahakan lokasi terhindar dari hembusan angin kencang. Ukuran kandang juga perlu disesuaikan dengan jumlah ayam yang diternakkan untuk menghindari kepadatan. Yang paling penting, kandang harus rutin dibersihkan.

Pemberian Pakan yang Teratur

Makanan adalah sumber terpenting bagi hewan yang diternak. Pakan yang baik adalah yang mengandung mineral, karbohidrat, protein dan vitamin yang cukup. Pakan ayam bermacam – macam, selain pelet, ayam juga dapat memakan serangga, cacing dan makanan sisa manusia.

Ciri pakan yang sehat adalah tidak beresiko menimbulkan penyakit bagi ayam. Jangan memberikan jumlah pakan yang sama untuk ayam dengan usia yang berbeda. Semakin besar ayam, semakin banyak makanan yang dibutuhkan.

Jika kamu menginginkan hasil ternak ayam jawa yang maksimal, perlu dibutuhkan trik agar alokasi dana tidak membengkak pada pakan. Salah satu cara adalah dengan meramu pakan sendiri. Untuk ayam sudah berumur sekitar 60 – 180 hari, kamu bisa campurkan pakan ayam dari pabrik dengan dedak dan jagung.

Untuk ayam dewasa bisa juga dicampurkan dedaunan hijau yang dicincang halus. Selain itu, sisa makanan, ampas kelapa, tahu, singkong juga bisa diberikan untuk makanan tambahan.

Pemeliharaan yang Rutin

Cara ternak ayam jawa tidak sesusah ayam pedaging atau petelur. Pemeliharaan intensif dilakukan hanya pada umur – umur rawan sekitar 0 – 14 hari. Usahakan anak ayam terhindar dari suhu yang dingin saat hujan atau saat malam hari.

Kekebalan tubuh juga perlu diperhatikan dengan cara memberikan vitamin atau antibiotik. Sedangkan untuk ayam yang dewasa, cukup dengan kandang yang luas dan layak serta pakan yang sehat dan cukup

Budidaya ayam kampung biasanya tak beda jauh dengan ayam petelur dan ayam pedaging. Produktivitas bertelur ayam kampung sangat rendah, sekitar 115 butir per tahun. Pertumbuhannya juga lambat, umur 2 bulan ukuran ayam masih sebesar kepalan tangan orang dewasa. Sedangkan untuk ukuran ayam kampung siap konsumsi antara 8-12 bulan.

Pencegahan Terhadap Penyakit

Ayam jawa notabene adalah ayam yang memiliki daya tahan tubuh yang tinggi, namun sebagai peternak ayam kamu pun tidak boleh lengah. Kandang ayam harus dibersihkan rutin, kalau perlu harus dijadwalkan.

Seperti yang dibahas di atas, kandang harus layak agar mengurangi resiko terserang penyakit. Bila ada ayam yang terserang penyakit, segera jauhkan dari ayam – ayam yang lain agar tidak menular.

Setelah berumur 60 hari ayam ini dipanen secara bertahap. Sebelum dipanen ayam tersebut dipisahkan kedalam kandang khusus. Untuk penjualanya dengan cara ditimbang setiap 5 ekor ayam. Dalam sekali panen ayam kampung unggulan biasanya dijual kepada para tengkulak ayam, restaurant dan masyarakat sekitar.

Meski terbilang baru, usaha ternak ayam jawa super rupanya menjanjikan keuntungan yang terbilang lumayan. Tidak hanya untuk keperluan dagingnya saja membuat usaha telur dan penetasanya pun sudah sangat untung.

Cukup hitung saja, saat ini harga telur ayam unggulan di tingkat eceran sebesar Rp. 1.200,- / butir. Sedangkan untuk supermarket mencapai Rp. 1.700,-/butir. Sementara harga jual ayam kampung unggulan juga tak kalah menarik, yakni dapat mencapai hingga Rp. 35.000,- tiap Kg.

Mungkin kalian juga butuh informasi ini, cara ternak kroto dengan media bekas.

Ternak Ayam Jawa Sistem Umbaran (Bebas Liarkan)

sumber: www.pexels.com

Budidaya ayam kampung dengan sistem ini tidak ada ketentuan bentuk kandang ayam, yang terpenting kandang tersebut bisa melindungi ayam dari suhu sekitar dan dari bahaya lainnya. Ternak sistem umbaran artinya dibiarkan lepas liar. Pada pagi hari ayam dilepaskan dan menjelang sore ayam dimasukkan dalam kandang.

Sistem ini sangat cocok dilakukan di desa-desa yang masih memiliki pekarangan luas. Perawatan dan pemberian makan pun lebih hemat, karena ayam di lepas untuk cari makan sendiri.

Adapun kelemahannya yaitu, produktivitas ayam kampung terbilang rendah. Tak hanya itu, terkadang ayam menjadi liar bahkan sampai tidak mau masuk kandang dan memilih tidur dengan bertengger di pohon-pohon.

Ternak Ayam Jawa Sistem Semi Intensif

Sistem semi intensif bisa menggunakan kandang tipe pekarangan. Kandang dengan tipe ini berupa hamparan lahan yang sekelilingnya diberi pagar supaya ayam tidak bisa keluar dari lingkungan kandang. Jika pakai sistem ini sediakan juga kandang tertutup tempat ayam beristirahat atau berteduh dari hujan.

Ternak semacam ini sebaiknya dibiarkan beralaskan tanah dan ditumbuhi hijauan seperti rerumputan. Sesekali tanah area kandang dicangkuli agar tidak terlalu padat sehingga cacing tanah bisa tumbuh untuk pakan alami ayam.

Tipe kandang lainnya yaitu tipe postal dan tipe baterai. Jarang digunakan untuk ternak ayam kampung. Alasannya, karena biaya pembuatan dan operasionalnya tidak sebanding dengan produktivitas ayam kampung. Terkecuali untuk beberapa jenis ayam lainnya seperti ayam arab, ayam poncin, ayam nunukan dan ayam kampung unggul hasil silangan.

Tinggalkan komentar