Penyakit Ikan Lele dan Cara Mengobatinya

Setiap petani pasti berharap usaha budidaya lele yang mereka lakukan berjalan lancar dan nantinya bisa mendulang untung yang maksimal. Para petani akan berusaha semaksimal mungkin supaya usaha budidaya yang ia geluti tidak sia-sia.

Sayangnya, usaha budidaya pun sering mendapatkan kendala. Kendala yang sering muncul dalam usaha budidaya lele adalah serangan penyakit pada ikan lele.

Jika penyakit lele hanya dalam jumlah kecil, mungkin inang lele masih bisa mentolerir keberadaan mereka. Namun apa jadinya bila penyakit menyerang dalam jumlah yang besar? Serangan ini bisa jadi memperbesar kemungkinan gagal panen.

Penyebab Adanya Penyakit Lele

Sama seperti halnya manusia, lele juga membutuhkan manajemen kesehatan yang baik. Slogan “lebih baik mencegah daripada mengobati” juga sangat dianjurkan untuk diterapkan oleh para pembudidaya. Salah satu upaya pencegahan adalah pemberian vaksin sebelum penebaran benih.

Caranya adalah dengan memasukkan lele usia 2 minggu ke dalam larutan formalin dengan dosis 200 ppm selama 10 sampai 15 menit. Setelah di vaksinasi lele tersebut akan kebal selama 6 bulan. Atau bisa juga dengan menyuntikan terramycin sebanyak 1 cc untuk 1 kg induk lele.

Ada tiga faktor yang sering menjadi pemicu akan keberadaan penyakit dan hama pada usaha budidaya ikan lele. Berikut ini 3 penyebab lele terserang penyakit.

1. Faktor lingkungan

Pertama, lingkungan. Secara umum, makin menurunnya kualitas lingkungan, maka makin besar tekanan yang dialami oleh lele. Secara langsung, tekanan pada lele juga membuat lele mudah terinfeksi penyakit.

Penurunan kualitas lingkungan kolam bahkan bisa menurun akibat pemberian pakan yang berlebihan. Pembudidaya seharusnya menjaga kebersihan lingkungan kolam dari hal-hal sepele semacam proporsi pakan dan kebersihan jaring atau kolom.

2. Faktor budidaya

Kedua, adalah faktor budidaya. Banyak pembudidaya yang hanya memikirkan untuk Semata. Sehingga tak jarang memasukkan Lele dalam jumlah yang tak berimbang dengan ukuran kolam.

Kondisi seperti ini lagi-lagi bisa mengakibatkan ikan lele yang mudah stres dan mudah diserang penyakit.

3. Faktor musim

Ketiga, adalah perubahan musim. Pada suhu dingin, ikan akan lebih mudah terinfeksi. Sedangkan suhu yang terlalu panas akan berakibat percepatan metabolisme dan membuat lele cepat merasa lelah.

Jenis Penyakit Ikan Lele dan Penanganannya

Penyakit dapat diartikan sebagai organisme yang hidup dan berkembang di dalam tubuh ikan lele sehingga organ tubuh lele terganggu. Jika salah satu atau sebagian organ tubuh terganggu, maka seluruh jaringan tubuh lele juga akan ikut terganggu.

Penyakit yang menyerang lele pada umumnya sangat beragam dan disebabkan oleh mikroorganisme yang tidak kasat mata. Beberapa mikroorganisme yang menyerang lele bisa berupa virus, bakteri, jamur dan protozoa ukuran kecil.

Jika mendapati satu ikan lele terkena penyakit, maka pembudidaya harus tanggap dan segera mengobatinya. Jika dibiarkan, dikhawatirkan ikan tersebut akan menularkan pada ikan yang lain.

Penyebab penyakit dari satu ikan ke ikan lainnya dapat melalui beberapa cara. Antara lain sebagai berikut:

  • aliran air yang masuk ke kolam,
  • media tempat ikan tersebut hidup,
  • kontak langsung antara ikan yang sakit dan ikan yang sehat,
  • kontak tidak langsung yaitu melalui peralatan yang terkontaminasi (selang air, gayung, ember dan sebagainya),
  • dan agen (perantara atau pembawa) .

Untuk bisa mengobatinya, pembudidaya perlu mengetahui dengan pasti penyebab dan jenis penyakit lele yang menyerang. Berikut ini jenis penyakit pada ikan lele beserta cara pengobatannya.

1. Penyakit akibat bakteri

Bakteri yang menyerang lele adalah bakteri Aeromonas hydrophila dan Pseudomonas hydrophilia. Kedua bakteri ini berbentuk seperti batang dengan cambuk terletak di ujung batang. Cambuk inilah yang digunakan untuk bergerak. Ukuran bakteri ini sangat kecil yaitu 0,3-1 x 1-1,5 mikron.

Bakteri ini akan menempel di kulit, mulut dan sirip lele. Jika tidak ditanggulangi, penyakit akibat bakteri bisa menyebabkan kematian massal.

Berikut ini adalah gejala dan pengobatannya .

Gejala:

  1. Warna tubuh menjadi gelap.
  2. Kulit kesat, muncul luka dan timbul pendarahan dan nanah.
  3. Lele terlihat terengah-engah karena pernapasannya terganggu.
  4. Lele yang terserang bakteri selalu muncul ke permukaan air dalam kondisi vertikal atau tubuhnya berputar-putar dalam air .

Pengobatan:

Melalui pakan dengan campuran antibiotik seperti Cloramphe-nicol, terramycin, atau
Oxytetracycline dosisnya sebanyak 5-7,5g/100 kg pakan. Pemberian pakan campuran antibiotik dilakukan selama 7 sampai 10 hari berturut-turut.

Atau menggunakan Sulphonamid sebanyak 100mg per kilogram ikan dan diberikan selama 3 sampai 4 hari. Selain itu, bisa juga dengan menaburkan Furaltadone sebanyak 50 ppm/jam. Furaltadone sangat efektif karena cepat diserap oleh kulit dan insang lele.

2. Penyakit akibat jamur

Penyakit akibat jamur biasanya diakibatkan adanya luka pada badan ikan lele. Biasanya, ikan yang terserang berada pada kolam yang mengandung bahan organik atau sedang dalam proses pembusukan.

Jamur yang biasa menyerang lele adalah jamur Saprolegnia sp atau Ahlya sp. Jamur ini lantas hidup menjadi saprofit pada jaringan tubuh lele yang mati atau yang kondisinya lemah.

Gejala:

  1. Ikan di tumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah.
  2. Pada lele dewasa, jamur menyerang daerah kepala, tutup insang, sirip, mulut, dan kumis.
  3. Lele yang terserang jamur terlihat sering berputar-putar saat berenang.
  4. Penyerangan bisa terjadi pada telur, ditandai dengan adanya benang seperti kapas pada telur lele.

Pengobatan:

Untuk benih dan lele dewasa, pengobatan dengan direndam Malachite Green Oxalate 2,5-3 ppm selama 30 menit dan telur direndam 0,1-0,2 ppm selama 1 jam atau 5-10 ppm selama 15 menit.

Untuk mencegah serangan jamur pada telur dan larva dilakukan dengan merendam induk betina ke dalam larutan Wescodyner dengan dosis 25ppm selama 5-10 menit, satu jam setelah induk betina distriping.

Selain itu, perendaman juga bisa dilakukan menggunakan Malachite Green Oxalate yang bebas seng dengan dosis 0,10-0,20 ppm selama 1 jam.

Mengenai jamur pada lele, silahkan baca di artikel penyebab lele terkena jamur.

3. Penyakit bintik putih

penyakit lele bintik putih
foto by facebook.com/alfian.pratama.1848

Jenis penyakit ikan lele lainnya adalah penyakit bintik putih atau white spot. Penyakit ini disebabkan oleh protozoa golongan Ciliata, atau lebih tepatnya Ichtyophtirius multifilis.

Penyakit ini sering timbul di kolam yang kualitas airnya buruk, terutama kolam yang airnya tergenang atau jarang diganti. Suhu kolam juga menjadi salah satu faktor penyebab.

Jika kurang dari suhu standar, maka Larva terancam terkena penyakit bintik putih. Penyakit ini menempel pada insang dan menyerangnya sehingga dapat membuatnya mati kehabisan nafas. Selain itu, penyakit bintik putih juga bersifat dapat ditularkan.

Gejala:

  1. Bintik-bintik putih yang muncul di sekujur tubuh ikan.
  2. Ikan akan sering menenggekkan tubuhnya ke dasar dan dinding kolam karena gatal.
  3. Kulit lele mengeluarkan lendir, iritasi bahkan pendarahan.
  4. Pertumbuhan melambat.
  5. Lele akan mengalami kesulitan bernafas.

Pengobatan:

Memasukkan lele yang terkena bintik putih ke dalam bak berisi air bersih kemudian tuangkan larutan metelene blue atau methil biru konsentrasi 1% (1 gram metil biru dalam 100 cc air).

Sebagai patokan, 4 liter air boleh diberi 2-3 cc larutan baku. Jika volume kolam adalah 1 meter kubik, maka larutan baku 500 sampai 1000 cc per 0,5 sampai 1 liter. Lakukan pengobatan sebanyak 3 sampai 5 kali.

Baca juga: Manfaat daun pepaya untuk ikan lele

4. Penyakit Cacar

Penyakit ini mempunyai ciri, pada ikan lele menjadi borok, dan hal itu biasanya disebabkan oleh penyakit cacar. Sebagian kulit akan mengelupas biasanya dibagian kepala sampai ekornya.

Lele akan menjadi lebih agresif jika terkena penyakit cacar ini. Nafsu makannya tidak terkendali. Lele menggantung di permukaan kolam serta tidak aktif seperti biasanya.

Penyakit ini biasanya berasal dari Aeromonas hydrophila yang merupakan jenis bakteri yang biasanya akan hidup di air yang keruh dan memiliki serangan yang ekstrim. Selain itu, penyakit ini bisa juga berasal dari parasit yang menyerang ikan-ikan tersebut.

Pengobatan:

Solusi untuk mengobati penyakit cacar ini adalah dengan membuat ramuan dari daun pepaya dengan cara ditumbuk, lalu dicampur dengan potongan daun mengkudu yang sudah matang, dan garam. Ramuan itu ditaburkan ke seluruh bagian kolam.

Cara lainnya bisa dengan mencampurkan bawang putih dan daun sirih, campuran-nya ditaburkan juga ke seluruh kolam.

5. Kembung

Penyebab dari penyakit ini berasal dari PH air yang sudah tak seimbang. Ciri ikan lele yang terkena virus ini adalah gerakannya lemah, hanya berputar-putar, perut
menggembung, dan mengalami perdarahan pada bagian perut serta sirip.

Penyebab pemicu dari munculnya penyakit ini adalah menurunnya fluktuasi suhu, kualitas air, dan kepadatan yang tinggi. Daya tahan tubuh lele yang menurun menyebabkan mudah terkena serangan virus.

Adapun faktor lain seperti pemberian pakan yang tidak tepat atau meledaknya amoniak dalam kolam tersebut.

Pengobatan:

  • Sortir lele kembung dengan lele sehat pada kolam yang berbeda.
  • Alirkan air pada kolam secara terus menerus hingga debit air mencapai 80%.
  • Berikan 1 sendok teh garam per 19 lt pada air kolam.
  • Jangan berikan pakan lele secara berlebih.
  • Tambahkan antibiotik pada kolam.

6. Penyakit Tubercolusis

Foto by facebook.com/andihakim06/

Penyebab dari penyakit ini adalah bakteri Mycobacterium fortoitum. selain berbahaya bagi lele, bakteri ini juga patut diwaspadai oleh manusia karena bisa menular dari hewan ke manusia melalui pengonsumsian daging hewan.

Gelaja:

  1. Tubuh ikan berwarna gelap.
  2. Perut membengkak karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan limpa.
  3. Posisi lele berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring.
  4. Bintik putih di sekitar mulut dan sirip.
  5. Mata ikan menonjol keluar.

Pengobatan:

Menjaga kualitas air dan pakan lele. Selain itu, pengobatan dilakukan dengan terramycin dicampur dengan makanan 5-7g/100 kg ikan per hari selama 5-15 hari.

Atau beri pakan yang sudah dicampur dengan obat Oxytertracylin sebanyak 0.5mg untuk satu kilogram lele. Jika ada lele yang mati segera buang dengan cara dikubur jauh dari saluran air agar tidak menularkan bakteri penyebab tubercolusis.

7. Penyakit cacing trematoda

Penyakit ini disebabkan oleh cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Cacing Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan Gyrodactylus menyerang kulit dan sirip.

Gejala:

  1. Insang yang dirusak menjadi luka-luka dan timbul darah.
  2. Ikan mengalami gangguan pernafasan.

Pengobatan:

  1. Direndam formalin 250cc/m air selama 15 menit.
  2. Direndam Methyline blue 3ppm selama 24 jam.
  3. Mencelupkan tubuh ikan lele ke dalam larutan Kalium permanganat (KMnO4) 0,01% selama kurang lebih 30menit.
  4. Memakai larutan NH4OH 0,5% selama 10 menit.

8. Penyakit Gatal

Penyakit gatal atau Cyclochaeta pada lele disebabkan oleh protozoa Trichodina sp yang berkembang biak dengan cara membelah diri. Lingkungan tempat hidupnya adalah di lingkungan dengan bahan organik yang tinggi. Kualitas air dan kolam yang buruk juga membuat bakteri ini tumbuh dengan subur.

 Gejala:

  1. Pergerakan lele menjadi lemah dan tubuhnya menjadi kurus.
  2. Tingkah laku menjadi tidak normal.
  3. Lele akan sering menggesekan tubuhnya ke dinding dan dasar kolam dan mengakibatkan lecet.
  4. Perubahan warna kulit lele menjadi kemerahan dan terjadi pendarahan. Lele akan mengeluarkan lebih banyak lendir.

Pengobatan:

Mempertahankan kualitas air. Menjaga suhu pada angka 29℃. Kemudian pisahkan ikan yang terinfeksi dari yang sehat terlebih dahulu. Kemudian rendam menggunakan larutan formalin 40 ppm selama 24 jam. Selain itu, kita juga dapat menggunakan larutan malachite green oxalate 0,1 G3 jika selama 24 jam.

9. Bakteri suhu dingin

Bakteri ini menyerang lele jika lele pada suhu di bawah 20℃. Jenis bakteri yang menginfeksi pada suhu tersebut adalah columnaris dan peduncle. Kedua bakteri ini bisa menyerang lele dewasa dan benih lele. Lele yang merasa stress adalah umpan segar bagi bakteri suhu dingin.

Gejala:

  1. Kurangnya nafsu makan lele.
  2. Pada bagian tertentu, terdapat bercak kuning.
  3. Borok atau luka di kulit ikan lele.
  4. Biasanya pada tingkatan yang lebih parah luka ini akan terjadi pendarahan yang akhirnya luka menembus ke daging.
  5. Pendarahan di ginjal, hati, dan limpa ikan lele.
  6. Jika sudah parah, insang dan sirip ikan akan rontok.

Pengobatan:

Rendam ikan selama 30 menit ke dalam larutan Oxytetracycline atau Sulfamerazine (antibakteri). Untuk penggunaan Oxytetracycline dosisnya 10 ppm. Jika kita ingin menggunakan sulfamerazin sebanyak 100-200mg per 1 kg lele lakukan selama 1 sampai 3 hari.

FAQ

Kenapa ikan lele mudah terserang penyakit?

Salah pemberian pakan atau porsi yang berlebihan, lingkungan yang buruk, dan faktor musim.

Bagaimana agar lele tidak penyakitan?

Jaga kualitas sumber air (pilih jenis sumber air yang bagus), pilih pakan yang bagus dan tidak berlebihan dan selalu cek kondisi lele. Materi lengkapnya ada di postingan cara budidaya lele.

Itulah penjelasan panjang mengenai penyakit pada ikan lele. Jika ada kesalahan kalimat baik berupa dosis, obat dan lainya bisa di infokan dikomentar ya.

Untuk obatnya kalian bisa beli di toko ikan atau melalui toko online. berikut link referensinya: https://www.tokopedia.com/find/antibiotik-ikan

Tinggalkan komentar