Masa Panen Ikan Nila

Rumahhewan.co.id – Beternak ikan Nila merupakan suatu hal yang menguntungkan. Mudah cara beternaknya, ikan Nila juga memiliki rasa yang lebih enak daripada lele atau mujair, dan masa panen ikan Nila juga cukup cepat.

Ikan Nila

Ikan Nila merupakan salah satu jenis ikan air tawar. Sebutan lainnya adalah tilapia fish. Guna beternak ikan Nila tidak harus memerlukan kolam air yang luas. Cara beternaknya juga mudah. Jenis ikan Nila yang paling banyak dibudidayakan adalah ikan Nila Merah. Ikan Nila termasuk pemakan segalanya.

Masa Panen Ikan Nila

Waktu panen ikan Nila adalah suatu hal yang dinanti-nantikan oleh para peternak ikan Nila. Panen ikan nila bisa mulai dilakukan ketika berat ikan Nila sudah mencapai standar pasar, yakni pada kurun jangka waktu sekitar 3 bulan hingga 5 bulan.

Jika perawatan ikan dan juga pemeliharaan yang dilakukan sangat bagus, maka ikan nila sudah akan bisa dipanen pada saat umur sekitar 2 bulan atau 3 bulan. Pada dasarnya panen ikan nila bisa dilakukan dengan menggunakan jaring dan lalu dapat dijual dengan secara langsung kepada para pedagang, atau warung rumah makan lesehan atau yang lainnya.

ikan nila merah
  • Ukuran standar ikan nila siap panen untuk di pasar domestik ialah sekitar 300 gram hingga 500 gram atau telah berusia minimal selama 2 bulan. Teknik atau cara pemanenan ikan Nila yang paling mudah ialah dengan mengeringkan kolam ikan baik itu sebagian ataupun secara total.
  • Kemudian juga selama pemanenan ikan nila, maka kolam haruslah selalu dialiri dengan air segar dengan maksud dan tujuan untuk mencegah supaya ikan tidak menjadi stres dan lalu bisa menjadi mati.
  • Sesudah ikan nila berkumpul pada suatu kubangan, maka lalu bisa dikeruk ikannya. Kemudian sesudah proses panen tersebut selesai, maka lalu kolam bisa dikeringkan guna melakukan persiapan untuk budidaya ikan nila yang berikutnya.

Memang terdapat dua cara panen ikan Nila itu, yakni panen total atau panen sebagian, tergantung kebutuhan dan kondisinya. Pemanenan ikan nila hasil budidaya biasanya dilakukan dengan cara panen secara total.

Namun, bagi beberapa peternak ikan Nila, terkadang juga harus melakukan panen ikan Nila secara sebagian dikarenakan suatu alasan tertentu. Hal tersebut antara lain misalnya karena pertumbuhan ikan Nila nya yang tidak sama sehingga dilakukanlah panen ikan Nila secara sebagian, dan lain sebagainya.

1. Panen Total Ikan Nila

Guna melakukan panen ikan Nila secara total maka hal yang perlu dilakukan adalah dengan cara membuat kering kolam dengan mengalirkan keluar air dari kolam hingga mencapai ketinggian air sekitar 10 cm saja.

Lalu petak pemanen atappun petak penangkapan dibuat dengan luasan sekitar satu meter persegi yang letaknya ada di depan pada pintu pengeluarannya atau ( monnik, dengan demikian maka akan bisa mempermudahkan dalam proses penangkapan ikannya.

Baca juga: Cara budidaya ikan nila di kolam beton

2. Panen Sebagian

Sedangkan untuk melakukan panen Ikan Nila secara sebagian  atau yang sering disebut juga sebagai masa panen secara selektif, maka kegiatan yang harus dilakukan dalam panen ikan Nila secara sebagian tersebut ialah sedikit berbeda dengan cara pemanenan ikan Nila secara total.

Pada proses panen ikan Nila secara sebagian atau panen secara selektif maka sebaiknya dilakukan tanpa dengan melakukan pengeringan kolam. Cukup pilih saja ikan Nila yang akan dipanen dengan dipilih ikan Nila yang telah mencapai  ukuran tertentu sesuai standar.

Kemudian untuk memanennya maka bisa dilakukan dengan menggunakan waring yang pada bagian atasnya telah ditaburi dengan umpan atau dadak.

Pada proses panen sebagian ini maka ikan Nila yang tidak terpilih, yakni biasanya ikan Nila yang terluka akibat jaring, maka sebaiknya sebelum dikembalikan ke dalam kolam ikannya lagi maka sebaiknya dilakukan pemisahan dulu dan lalu ikan Nila diberi obat dengan larutan yang disebut sebagai larutan malachite gree sekitar 0,5 ppm hingga 10 ppm dalam waktu selama sekitar 1 jam, baru bisa dikembalikan ke kolam ikannya.

Prinsip dalam proses panen ikan Nila itu sebenarnya cukup sederhana saja, yakni dalam hal ini yang perlu dilakukan ialah berusaha agar menghindari supaya ikan nila tidak mengalami luka dan juga menghindarkan ikan nila menjadi stres supaya ikan Nila tidak mati pada saat proses panen tersebut dan dengan demikian maka ikan Nila dapat dijual dalam keadaan yang hidup dan masih segar.

Tinggalkan komentar