Memasarkan Hasil Budidaya Lele

Rumahhewan.co.id, Memasarkan budidaya lele – Sebagai salah satu hidangan populer, ikan lele memang belum tergantikan secara rasa. Kegurihan dan keunikan rasanya berbeda dengan rasa ikan lainnya. Akan tetapi, pasar atau permintaan ikan lele terkadang tidak bisa diprediksi.

Banyak petani yang membudidayakan ikan lele merasa kesulitan memasarkan hasil budidayanya. Mereka terpaku pada permintaan pasar dan tidak memiliki cara lain untuk memasarkan hasil ternaknya. Jika Anda berencana untuk beternak ikan lele, berikut ini adalah tips memasarkan hasil budidaya lele tanpa menunggu permintaan pasar.

Cara Memasarkan Hasil Budidaya Lele yang Efektif

Ikan lele sebenarnya adalah ikan yang mudah dijual. Peminatnya banyak. Hampir di setiap tempat makan atau restoran selalu menghidangkan makanan yang satu ini. Namun, tidak semua peternak berhasil memasarkan hasil budidayanya sendiri. Umumnya, mereka menunggu dari tengkulak atau pengepul untuk pemasarannya. Namun bagaimana jika pengepul sedang sepi permintaan? Apakah akan dibiarkan begitu saja?

Di bawah ini adalah beberapa cara memasarkan hasil ternak lele tanpa menunggu permintaan pasar atau pengepul. Diantaranya adalah :

1. Menciptakan Pasar Sendiri

Menciptakan pasar sendiri adalah cara memasarkan hasil ternak lele yang pertama. Tips ini memang cukup sulit pada awalnya. Seperti halnya Anda memulai sebuah usaha. Pasti ada proses babat alas atau pembukaan jalan di sana. Jika Anda membudidayakannya, pastikan untuk membuka pasar atau tempat penjualan di rumah.

Jual ikan lele pada tetangga atau saudara dekat yang ada di sekitar. Pasang sebuah papan yang menunjukkan bahwa Anda menjual ikan lele secara eceran. Lambat laut, pasar Anda akan meluas seiring dengan door to door marketing yang dilakukan oleh tetangga. Apalagi jika kualitasnya baik. Pasti setiap orang yang membutuhkan akan membeli di tempat Anda.

2. Menawarkan ke Restoran atau Rumah Makan

Pada dasarnya, setiap rumah makan sudah memiliki pengepul atau pedagang yang memasok ikan lele di tempat mereka. Akan tetapi, hal ini tidak menutup kemungkinan bagi Anda untuk ikut menawarkan hasil budidaya sendiri.

Cara memasarkan hasil ternak lele yang kedua adalah carilah rumah makan yang baru saja dibuka. Biasanya mereka belum memiliki pengepul yang tetap seperti rumah makan lama.

Anda bisa juga menyasar pedagang makanan kaki lima yang berjualan di pinggir jalan. Carilah pedagang makanan seperti lalapan, pedagang makanan seafood dan lain sebagainya.

Pemasaran seperti ini memang juga tidak bisa berlangsung cepat. Kalaupun ada, umumnya mereka masih mencoba-coba. Butuh waktu untuk para pedagang mempercayai kualitas ikan lele yang Anda tawarkan. Oleh sebab itu, Anda harus memastikan kualitasnya selalu terjaga.

3. Menawarkan pada Penjual Eceran atau di Pasar-pasar

Seperti penawaran yang dilakukan di rumah makan atau pedagang makanan, penawaran kali ini menargetkan pedagang eceran.

Pedagang di pasar-pasar tradisional  menjual ikan lele langsung pada pembeli atau masyarakat. Tips memasarkan hasil budidaya lele selanjutnya adalah membuat pedagang tersebut memilih ikan lele ternakan Anda.

Umumnya, pedagang ikan lele telah memiliki pemasok yang siap menyuplai kebutuhan pasar. Anda harus memahami apa yang dibutuhkan oleh pedagang. Berikan penawaran harga yang menarik namun tidak menyalahi harga pasar pada umumnya. Tonjolkan kelebihan ikan lele yang Anda budidayakan sehingga mereka merasa yakin untuk menjual produk Anda.

4. Membuat Produk Olahan

Tips memasarkan hasil budidaya lele yang terakhir adalah memasarkan dalam bentuk olahan. Dewasa ini, semua orang menyukai hal-hal yang berbau instant. Makanan instant, minuman instant bahkan perlengkapan pun banyak yang instant. Hal ini adalah peluang yang bisa Anda manfaatkan.

Anda bisa membuat olahan ikan lele dan memasarkannya secara langsung. Contohnya membuat lalapan lele dan menjualnya secara online. Penjualan online tidak membutuhkan banyak tempat seperti penjual offline. Anda cukup memposting foto produk yang dijual dan menyebarkannya melalui bantuan media sosial.

Baca juga: Cara membuat pakan ikan lele

Selain lalapan atau makanan yang siap makan, ikan lele juga bisa diolah menjadi makanan lain yang bisa tahan lama seperti abon. Belakangan ini, abon ikan lele juga sangat populer dan diminati. Anak kecil hingga orang dewasa banyak yang menyukai rasa dari abon ini. Contoh lainnya seperti nugget lele, bakso lele, lele asap dan lain sebagainya.

Nilai jual produk olahan ikan lele bisa lebih tinggi dibandingkan dengan menjual ikan lele secara langsung. Cara ini merupakan cara yang praktis dalam memasarkan tanpa terpaku pada permintaan pasar.

Budidaya ikan lele bisa berlangsung lama jika mengerti dan paham cara memasarkannya. Oleh sebab itu, sebelum memulai bisnis ini, sebaiknya Anda memiliki gambaran bagaimana proses pemasarannya kelak. Semoga tips memasarkan hasil budidaya lele diatas dapat memberikan manfaat bagi semua.

Tinggalkan komentar