Jenis Ikan Lele yang Sering Dibudidayakan

Ikan lele memiliki beragam jenis dan tersebar luas di dua benua, yaitu Afrika dan Asia. Di mancanegara, ikan lele dikenal dengan berbagai sebutan. Ikan lele disebut keli di Malaysia, plamond di Thailand, mali di Afrika, gura magura di Sri Lanka, dan Catfish di Inggris.

Saat ini, siapa yang tidak tahu ikan lele? Ikan jenis ini bisa dijadikan berbagai menu kuliner yang menggoda selera. Mengingat ikan ini digemari masyarakat luas, ikan lele memiliki prospek dan potensi bisnis bagi pembudidayanya.

Namun, perlu kita ketahui ada berapa jenis ikan lele yang ada di Indonesia dan jenis lele apa yang sering dibudidayakan.

Jenis Ikan Lele yang Sering Dibudidayakan

Inilah 4 jenis ikan lele yang populer dibudidayakan oleh peternak lele.

  1. Lele lokal. Jenis lele paling banyak dikenal.
  2. Lele dumbo. Merupakan lele perkawinan antara lele Thailand dan Afrika.
  3. Lele sangkuriang. Lele populer yang banyak diternak.
  4. Lele phyton. Jenis ikan lele yang jarang diketahui tapi cepat laku.

Pada umumnya, ada empat jenis lele yang sering diternakkan dan cepat terjual di pasaran, di antaranya: lele lokal, lele dumbo, sangkurian dan phyton.

1. Lele lokal

Lele lokal atau nama latinnya clarias batrachus, merupakan jenis yang paling banyak dikenal dan dijumpai karena memang spesies endemik, terutama di pulau Jawa. Disebut lele lokal karena memang lele ini sudah menghuni perairan Indonesia, jauh sebelum lele jenis unggulan lainnya ditemukan.

Lele lokal

Pada awalnya, lele lokal mampu memenuhi kebutuhan pasar dan menjadi menu andalan di berbagai warung makan, hingga akhirnya mulai tergeser oleh varietas unggulan lainnya.

Berdasarkan warnanya, ada 3 variasi jenis lele lokal yang terdapat di Indonesia, yaitu lele hitam agak kelabu, lele putih atau blank putih dan lele merah.

Diantara ketiga varian lele tersebut, nilai hitam adalah yang paling banyak dibudidayakan untuk konsumsi sedangkan lele putih dan lele merah lebih banyak dibudidayakan sebagai ikan hias.

2. Lele dumbo

Ikan lele dumbo (Clarius Gariepinus) merupakan hasil perkawinan antara ikan lele asal Taiwan (Clarias Fuscus) dengan ikan lele asal Afrika (Clarias Mosambicus). Ikan Ini pertama kali masuk ke Indonesia dari Taiwan pada tahun 1986.

Ikan lele dumbo

Sejak kedatangan tersebut perlahan lele dumbo mulai populer dan saat ini budidaya ikan lele jenis ini semakin meningkat.

3. Lele Sangkuriang

Ikan lele Sangkuriang merupakan hasil rekayasa genetika yang dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPAT) Sukabumi. Penelitian yang dilakukan sejak 2002 ini, dilatarbelakangi oleh kekhawatiran peternak karena menurunnya kualitas lele dumbo yang beredar di masyarakat.

Ikan lele sangkuriang

Penurunan kualitas diantaranya disebabkan oleh kesalahan dalam menghasilkan benih serta perkawinan silang yang terjadi secara terus-menerus. Akhirnya diupayakan persilangan balik sama antara induk lele dumbo generasi kedua dengan pejantan lele dumbo generasi ke-6, sehingga dihasilkan lele Sangkuriang.

Setelah terbukti keunggulannya, varietas lele Sangkuriang yang awalnya hanya dikembangkan di Sukabumi mulai menyebar ke wilayah lain di Indonesia, terutama Bogor dan Yogyakarta sebagai penghasil lele terbesar.

4. Lele phyton

Ikan lele phyton ditemukan oleh para peternak ikan lele di kabupaten Pandeglang, Banten pada 2004.

Lele phyton

Jenis ikan lele ini merupakan hasil perkawinan silang antara induk lele asal Thailand dengan induk lele lokal. Kualitas bidan ini sudah diakui oleh Dinas Perikanan Budidaya Provinsi Banten.

Tinggalkan komentar