Cara Ternak Cacing Merah

Rumahhewan.co.id – Budidaya cacing merah rupanya cukup menjanjikan untuk dijadikan usaha sampingan. Secara kasat mata, cacing dianggap sebagai hewan yang menjijikkan, namun ternyata caing khususnya jenis cacing merah memiliki prospek yang bagus untuk dijadikan peluang usaha. Cara ternak cacing merah juga terbilang mudah.

Cara Ternak Cacing Merah bagi Pemula

Permintaan terhadap cacing merah dapat dikatakan tinggi karena memiliki manfaat yang banyak antara lain sebagai obat herbal. Cacing merah bisa dimanfaatkan obat tifus, asam lambung, maag, stroke, hipertensi, dan lain-lain. Selain itu, cacing merah juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik, seperti lipstik dan pelembab kulit.

Cacing juga bisa dijadikan sebagai pakan ternak karena mengandung gizi yang baik. Selain untuk pakan ternak, cacing juga bisa untuk pakan binatang lainnya seperti ikan hias, kura-kura, unggas, dan lobster. Cara ternak cacing merah adalah sebagai berikut.

1. Persiapan Media

Langkah ternak cacing merah yang pertama adalah persiapan media atau kandang. Bahan untuk membuat kandang sebagai wadah atau tempat budidaya cacing merah yaitu bambu, ijuk atau rumbia, papan bekas, genteng tanah, dan terpal.

Untuk ukuran tempat budidaya cacing merah kira-kira Anda harus menyiapkan sekitar 1,5 meter x 18 meter dengan tinggi kandang kira-kira 0,45 meter. Buatlah petakan-petakan atau sekat dengan ukuran 20×20 cm. Anda bisa membuat tempat budidaya cacing merah dengan berbagai model, misalnya kubangan atau kolam, kotak bertumpuk, rak bertingkat, dan sebagainya menyesuaikan dengan tempat dan selera Anda.

Setelah menyiapkan tempatnya, yang perlu Anda siapkan selanjutnya adalah media tumbuh. Media tumbuh dibuat dari bahan organik yang dicampur sebagai tempat tinggal dan tempat cacing merah berkembang biak. Media tumbuh dapat dibuat dengan menggunakan pupuk kompos, pupuk kandang, limbah dapur organik, atau dedaunan.

2. Persiapan Bibit

Setelah media tumbuh dan kandang tempat cacing merah dibudidayakan telah siap, langkah selanjutnya adalah memilih bibit cacing merah yang berkualitas unggul. Jika Anda masih pemula dalam bisnis budidaya cacing merah ini,

Anda bisa mencari bibit cacing merah sendiri di alam bebas seperti kebun, taman, tempat pembuangan sampah, dan lain-lain. Namun, jika Anda ingin memulai bisnis cacing dalam skala besar, Anda bisa membeli bibit cacing merah yang sudah dijual oleh pembudidaya di daerah Yogyakarta, Bandung, Temanggung, dan beberapa kota lainnya.

3. Teknik Ternak Cacing

Cara budidaya cacing merah bisa menggunakan beberapa teknik. Berikut ini adalah penjelasan mengenai tekniknya.

  1. Teknik menebarkan bibit cacing merah sebanyak-banyaknya. Bibit tersebut terdiri dari cacing merah yang sudah dewasa dan cacing merah yang masih muda. Jumlah penebaran cacing merah kira-kira sekitar 10.000 ekor untuk ukuran kandang panjang 2,5 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 0,3 meter.
  2. Teknik menebarkan bibit cacing merah dengan jumlah sedikit. Nantinya, cacing-cacing tersebut akan berkembang biak dengan sendirinya, sehingga Anda bisa memisahkan antara cacing merah yang sudah dewasa dengan cacing merah yang masih muda untuk diternakkan lagi.
  3. Teknik gabungan antara teknik a dan teknik b. 
  4. Teknik memelihara telur cacing atau yang biasa disebut kokon. Telur cacing dibiarkan tumbuh menjadi anak cacing, Anda bisa memindahkan cacing merah yang sudah dewasa ke kandang yang lainnya.
  5. Teknik memelihara cacing dewasa saja sebagai bakal atau calon bibit.

Untuk perkembangbiaknya, cacing merah juga memerlukan proses perkawinan dan pasangan untuk melakukan proses pembuahan yang menghasilkan telur cacing (kokon). Satu telur cacing dihasilkan dari sepasang cacing merah dewasa. Dalam satu telur cacing sendiri bisa menghasilkan sekitar 2 hingga 20 ekor dengan kemungkinan sekitar 4 ekor cacing muda yang berhasil menetas.

Masa penetasan telur cacing tidak memerlukan waktu yang lama yaitu hanya sekitar 14-21 hari saja.  Letakkan telur cacing pada tempat yang lembab agar bisa menetas. Untuk menjadi cacing dewasa dibutuhkan kira-kira 2 sampai 3 bulan.

4. Penebaran Bibit Cacing

sumber: www.flickr.com

Untuk proses penebaran bibit, Anda bisa melakukannya secara bertahap. Anda bisa melepaskan sebagian bibit ke dalam media terlebih dahulu. Amati setiap 3 jam sekali untuk melihat apakah bibit cacing sudah masuk ke dalam media yang telah Anda siapkan atau belum.

Tunggu hingga 12 jam. Apabila bibit cacing tidak berkeliaran di permukaan media tumbuh, itu tandnya cacing sudah mampu beradaptasi. Namun, jika bibit cacing tidak mau masuk ke dalam media, Anda bisa menyiram media dengan air, lalu peras sampai air perasannya menjadi bening. Lalu, masukkan bibit cacing kembali ke dalam media tumbuh.

5. Pemeliharaan Cacing Merah

Untuk pemeliharaan cacing merah sangatlah mudah. Jika Anda menebar bibit cacing merah sebanyak 1 kilogram, berarti Anda juga harus menyiapkan pakan sebanyak 1 kilogram.

Anda bisa menggunakan kotoran ternak atau limbah dapur sebagai makanan bagi caing merah. Selain memberikan pakan, Anda juga perlu melakukan penggantian media sebanyak dua minggu sekali.

6. Pemanenan Cacing Merah

Jika cacing merah sudah dewasa dan sudah siap dipanen, Anda bisa menggunakan penerangan cahaya untuk menarik perhatian cacing. Cacing sangat sensitif dengan cahaya. Anda bisa menggunakan bohlam atau lampu petromak untuk memancing cacing keluar dari media.

Cara ternak cacing merah di atas bisa Anda terapkan untuk dijadikan sebagai usaha sampingan yang cukup menjanjikan. Dengan menjalankan bisnis ini, Anda bisa ikut memberi andil dalam ketersediaan pasokan cacing merah untuk memenuhi permintaan pasar dengan hasil yang menguntungkan.

Tinggalkan komentar