Cara Memelihara Bunglon

Rumahhewan.co.id – Saat ini budidaya reptil merupakan hal yang lazim dilakukan. Sudah banyak penghobi yang mulai memelihara bunglon. Namun, bagaimanakah cara memelihara bunglon? Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum memutuskan memelihara bunglon.

Kenali Jenis Spesies Bunglon

Bunglon

Yang pertama, kamu harus tahu spesies jenis bunglon yang akan kamu pelihara karena jenis spesies akan menentukan pemasaranmu juga. Salah satu bunglon yang sering dipelihara di Indonesia terdapat bunglon londok.

Bunglon jenis ini sering disalah artikan sebagai iguana. Padahal bunglon dan iguana merupakan jenis yang berbeda. Pada tahun 90-an bunglon jenis londok ini banyak diburu oleh anak – anak dan dipelihara hingga diperjualbelikan kepada teman hingga tetangga mereka.

Namun, saat ini sangat sulit agaknya berburu bunglon karena habitat mereka sudah berganti menjadi rumah – rumah penduduk. Keunggulan bunglon londok memiliki warna yang eksotis sehingga banyak diburu oleh para penghobi saat ini.

Pahami Sifat Bunglon

Saat anda memutuskan untuk merawat bunglon maka anda harus mengetahui beberapa sifat yang dimiliki oleh bunglon. Walaupun mayoritas bunglon mampu mengubah warnanya, namun jenis bunglon londok hanya mengubah warnanya pada waktu – waktu tertentu.

Misalnya, ketika kamu tengah menjemur bunglon londok di siang hari maka bagian kepala bunglon londok akan mengubah warnanya menjadi kemerahan serta bagian pipi akan berubah sedikit menghitam.

Perubahan yang dilakukan oleh bunglon londok ini umumnya bertujuan untuk menarik perhatian betina ketika bunglon londok jantan berada dalam masa kawin. Perubahan warna tubuh bunglon londok juga akan terjadi saat bunglon londok merasa stress dan warnanya akan berubah seiring stres yang berkurang. 

Persiapkan Kandang

Jika kamu memutuskan untuk memelihara bunglon kamu juga harus menyiapkan kandangnya yang sering disebut sebagai reptarium. Kandang bunglon umumnya memiliki dinding kaca dengan diberi celah ventilasi.

Untuk menyesuaikan diri terhadap habitat bunglon di lingkungannya kamu juga dapat menambahkan berbagai benda seperti tanaman hidup, jika ingin menggunakan tanaman palsu juga tidak dilarang.

Selain itu, kamu juga harus menyediakan batang karena habitat bunglon di pepohonan yang sering memanjat sehingga kamu juga harus menyediakan habitat yang sama. Kamu dapat menggunakan ranting pepohonan dan menyilangkannya diantara kandang.

Jaga Kelembapan Kandang

Pastikan pencahayaan yang di dapat oleh bunglon mencukupi, karena bunglon yang rawan terhadap situasi lembab. Situasi yang terlalu lembab dapat mengakibatkan pertumbuhan jamur pada kulit bunglon.

Kelembaban yang disarankan untuk bunglon berkisar 65 – 80%, kamu dapat mengukur kelembaban dengan menggunakan alat yang bernama hygrometer. Untuk menjaga kelembaban dalam kandang, kamu juga bisa menambahkan alas berupa sabut kelapa parut. Jangan lupa untuk selalu membersihkan kandangnya juga ya!.

Pakan Bunglon

Bunglon merupakan hewan pemakan serangga. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan pakannya kamu dapat memberikan jangkrik, ulat bumbung, ulat super, ngengat, belalang dan ulat hongkong. Untuk minumnya kamu dapat menyemprotkan air pada dedaunan yang berada di dalam kandang agar air tersebut dijilati oleh bunglon.

Selain menyemprotkannya, kamu juga dapat meletakkan air minumnya dalam dipping botol, sehingga bunglon bisa menjilati dari tetesan air yang keluar dari dipping bottle  tersebut.

Jaga Suhu Kandang

Untuk memastikan bunglon mendapatkan kehangatan yang pas, kamu dapat memberikan lampu di atas kandang bunglon (reptarium).

Sehingga, saat bunglon tengah menaiki ranting pohon dapat berjemur di bawah sinar lampu dan dapat langsung turun ketika merasa kepanasan. Temperatur udara yang disarankan untuk bunglon yakni sekitar 29 – 33ºC.

Cara Memelihara Bunglon

Hal lain yang harus anda perhatikan adalah bunglon merupakan hewan penyendiri. Jika anda ingin meletakkan lebih dari satu ekor bunglon dalam kandang maka akan meningkatkan tingkat stresnya. Tentu saja peletakkan lebih dari satu bunglon dalam kandang selain untuk kebutuhan perkawinan tidak disarankan.

Selain itu, kamu juga dapat menambahkan berbagai suplemen untuk bunglon milikmu. Beberapa suplemen yang dibutuhkan untuk bunglon paling utama adalah kalsium. Suplemen kalsium (tanpa D3) dapat kamu berikan setiap hari, sedangkan suplemen kalsium dengan D3 dapat kamu berikan setiap 2 bulan sekali. Selain suplemen, bunglon juga membutuhkan multivitamin. 

Kebersihan kandang juga harus terjaga agar bunglon merasa nyaman dan bebas dari penyakit. ketika anda membersihkan kandangnya maka bunglon harus dipindahkan ke tempat lain terlebih dahulu

Nah, beberapa hal yang telah disebutkan di atas merupakan panduan cara memelihara bunglon yang dapat kamu terapkan sebagai pemula. Untuk mendapat berbagai informasi terkait bunglon, kamu juga dapat bergabung dalam berbagai komunitas bunglon yang tersedia di Indonesia, selain dapat menambah relasi tentunya kamu juga dapat mendapatkan berbagai tips untuk reptil kesayanganmu ini.

6 pemikiran pada “Cara Memelihara Bunglon”

  1. Pernah dapat bunglon di sawah, sya pelihara 3 hari mati. Mungkin salah beri pakan atau kandangnya kurang layak. Thanks infonya.

    Balas
    • Apa yang dimaksud “lokasi yang cocok” itu kandang? Jika yang dimaksud kandang/tempat tinggal bunglon, silahkan baca lagi artikel diatas dibagian penjelasan kandang. Untuk penyakit yang sering dialami bunglon adalah stres, penyakit MBDC (penyakit karena keseringan terkena lampu UVB, dan dehidrasi.

      Balas

Tinggalkan komentar