Cara Budidaya Tanaman Pangan dan Jenisnya Lengkap

Cara Budidaya Tanaman Pangan dan Jenisnya Lengkap. Halo sobat rumahhewan.co.id. kali ini kita akan membahas tentang teknik budidaya tanaman pangan. Teknik budidaya tanaman pangan adalah serangkaian kegiatan menanam tanaman yang bisa menjadi sumber karbohidrat utama dan protein, nah teknik teknik nya antara lain:

  1. Pengolahan lahan
  2. Pembibitan
  3. Penanaman
  4. Pemeliharaan
  5. Penanggulangan OPT
  6. Panen dan pasca panen

Proses dan alat budidaya tanaman pangan

  1. Pengolahan lahan

Pengolahan lahan dilakukan hingga lahan menjadi siap untuk ditanami. Pengolahan dilakukan melalui proses pembajakan atau dicangkul lalu dihaluskan hingga tanah menjadi gembur. Pembajakan dapat dilakukan dengan cara tradisional dengan cara bantuan kerbau, kemudian di cangkul. Nah untuk melakukannya melalui mekanisme biasanya dilakukan dengan traktor.

  1. Persiapan benih dan penanaman

Dalam persiapan benih penanaman, benih yang akan di tanam harus sudah disiapkan sebelumnya. Umumnya benih tanaman bisa ditanam langsung tanpa didahului dengan penyemaian kecuali untuk budidaya padi di lahan sawah.

Ciri ciri benih atau bibit yang bermutu baik yaitu :

  • Benih bersih (tidak tercampur dengan biji gulma atau biji tanaman lain). Benih kering dan mengkilap
  • Benih memiliki ukuran yang normal dan tidak cacat
  • Benih bernas (berisi/padat) dan bentuknya seragam
  • Nama varietas jelas, benih tidak kadaluarsa
  • Daya berkecambah/daya tumbuh minimal 80%
  1. pemupukan

pemupukan bertujuan untuk memberikan nutrisi yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman setelah benih ditanam. Standar pemupukan adalah sebagai berikut:

  1. tepat waktu: maksudnya diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan
  2. tepat dosis: artinya jumlah yang diberikan sesuai dengan anjuran atau rekomendasi
  3. Tepat secara aplikasi: maksudnya disesuaikan dengan jenis pupuk tanaman dan kondisi di lapangan

Jenis pupuk ada 2 yaitu organik dan anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari sisa makhluk hiudp contohnya pupuk kandang dan pupuk kompos. Yang kedua pupuk anorganik yaitu pupuk yang tersusun dari senyawa kimia yang dibuat di pabrik dan tidak boleh sembarangan dalam pemakaiannya.

  1. Pemeliharaan

Yang termasuk dalam kegiatan pemeliharaan adalah penyulaman, penyiraman dan pembubunan.

  • Penyulaman adalah kegiatan menanam kembali yang bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh atau tumbuh tapi tidak normal
  • Penyiraman adalah dilakukan untuk menjaga agar tanak tetap terjaga kelembabannya. Penyiraman dilakukan pada pagi hari atau sore hari
  • Pembubunan adalah dilakukan untuk menutup pangkal batang dengan tanah supaya tanaman tetap kuat dan tidak roboh

  1. Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)

Pengendalian OPT harus disesuaikan dengan tingkat serangan yang ada. Kita dapat melakukan pengendalian OPT secara manual maupun dengan pestisida. Jenis jenis OPT antara lain:

  • Hama: yaitu tikus, belalang, wereng, burung
  • Penyakit: yaitu jamur dan tanaman mengganggu atau gulma yaitu biasanya rumput dan benalu

Mengatasi pengganggu antara lain disemprot memakai pestisida karena kimia jadi harus hati hati ya dalam penggunaannya.

Cara mengatasi pengganggu secara organik atau alami atau biologis yaitu memasang rumah burung hantu beserta burung hantunya ya untuk mengusir tikus

  1. Panen dan pascapanen

Panen adalah tahap terakhir dari budidaya tanaman pangan, setelah panen hasil apnen akan memasuki tahapan pasca panen. Panen bisa dilakukan secara manual maupun dengan alat mesin pertanian.

Standar pasca panen

  • Hasil panen tanaman pangan disimpan di suatu tempat yang tidak lembab
  • Untuk hasil tanaman pangan yang memerlukan perontokan dan penggilingan dapat diakukan secara manual maupun dengan alat mesin pertanian

Pola tanam

Yaitu usaha penanaman pada sebidang lahan dengan mengatur susunan tata letak dan tata urutan tanaman selama periode waktu teretentu, termasuk masa pengolahan tanah dan masa bera/tidak ditanami selama periode tertentu.

Pola tanam itu ada dua yaitu

  1. Monokultur: adalah menanam satu jenis tanaman pada lahan dan waktu yang sama. Keuntungan teknis budidayanya relatif mudah karena tanaman yang ditanam maupun yang di pelihara hanya satu jenis. Kekurangannya yaitu tanaman relatif mudah terserang hama maupun penyakit.
  2. Polikultur: adalah menanam lebih dari satu tanaman pada lahan dan waktu yang sama. Jenis jenis polikultur yaitu tumpang sari (intercropping), tumpang gilir (multiplecropping), tanaman sisipan (relay cropping), tanaman bergiliran (sequintial planting), tanaman campuran (mixed cropping).
  • Apa itu tumpang sari: tumpang sari adalah penanaman lebih dari satu tanaman pada waktu yang bersamaan atau selama periode tanam pada satu tempat yang sama. Contohnya tanaman kedelai dan jagung. Nah disela sela tanaman yang kosong itu ditanamlah tanaman jagung.
  • Tumpang gilir (multiplecropping): pola tanam ini dapat dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor faktor lain untuk mendapatkan keuntungan maksimum. Contohnya: jagung muda, padi gogo, kedelai, kacang tanah, dll
  • Tanaman sisipan (relay cropping) adalah pola tanam dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok. (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda) dikembangkan untuk mengintensifikasikan lahan. Contohnya : jagung disisipkan kacang tanah, waktu jagung menjelang panen disipkan kacang panjang.
  • Tanaman bergiliran (sequential planting) merupakan penanaman dua jenis tanaman atau lebih yang dilakukan secara bergiliran. Setelah tanaman yang satu panen kemudian baru di tanam tanaman berikutnya pada sebidang lahan tersebut.
  • Tanaman campuran (mixed cropping) yaitu teknik budidaya tanaman yang membudidayakan lebih dari satu tanaman pada satu lahan yang sama pada periode tenam yang sama tetapi jarak tanam dan barisan antar tanaman tidak diperhatikan. Contohnya menanam jagung, kedelai, ubi kayu dalam satu lahan

 

Tinggalkan komentar