Cara Budidaya Burung Walet

Rumahhewan.co.id – Burung walet yang memiliki nilai ekonomis tinggi ini semakin banyak yang mengembangbiakannya dan cara budidaya burung walet adalah kunci utama agar bisnis ini benar-benar memberikan kepuasan.

Di beberapa negara Asia Tenggara, salah satunya Indonesia, lebih tepatnya di negara dengan iklim tropis memang cocok menjadi tempat tinggal burung-burung walet. Namun, di luar negeri sendiri permintaan akan sarang burung walet sangatlah tinggi dengan harga yang juga cukup tinggi dikarenakan kemanjurannya sebagai obat yang mampu menyehatkan tubuh.

Hal ini yang memicu banyaknya orang yang ingin mencoba ternak burung walet agar bisa menghasilkan pundi-pundi uang.

Alasan Budidaya Burung Walet

Permintaan akan sarang burung walet yang sangat tinggi terutama di luar negeri seharusnya menjadi angin segar bagi penduduk di iklim tropis ini untuk berbondong-bondong membudidayakannya. Produksinya yang masih terbilang rendah bisa menjadi alasan kenapa harga sarang burung walet sangatlah mahal. Bahkan sajian sarang burung walet per porsinya bisa mencapai ratusan ribu. 

Khasiat dari sarang burung walet memang tak diragukan lagi. Sehingga tidak heran jika sarang walet selalu diburu walaupun dengan harga yang selangit. Semakin baik kualitas yang dihasilkan sarang burung walet, maka semakin mahal pula harganya. Di mana semakin putih warna sarang burung walet, maka disitulah harga sarang semakin tinggi.

Lalu apa sajakah khasiat dari sarang atau air liur burung walet?

Sarang walet merupakan sumber mineral yang baik. Dimana dapat membantu dalam menyembuhkan luka, membantu pertumbuhan tulang, dan juga melancarkan proses metabolisme karbohidrat, kolesterol, dan asam amino. Sarang burung walet juga dapat menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler dan juga kolesterol yang tinggi. 

Lokasi atau Tempat Budidaya

Jika serius ingin melakukan budidaya burung walet, maka penuhi persyaratan lingkungan lokasi kandang berikut:

  • Dataran rendah dengan ketinggian maksimum 1000 m dpl.
  • Daerah yang jauh dari jangkauan pengaruh kemajuan teknologi & perkembangan masyarakat.
  • Jauhkan dari burung-burung buas pemakan daging.
  • Persawahan, padang rumput, hutan-hutan terbuka, pantai, danau, sungai, rawa-rawa merupakan daerah yang paling tepat.

Bentuk Rumah Walet

Dalam merencanakan pembuatan rumah walet, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut ini :

Standarnya, rumah walet memiliki ukuran yang luasnya bervariasi dari 10 x 15 m2 – 10 x 20 m2. Ketinggian tembok rumah walet praktis sama dengan rumah sruiti, yaitu sekitar 5–6 m. Tinggi dinding belum termasuk wuwungan.

Tinggi rendahnya wuwungan sangat mempengaruhi kondisi suhu dan kelembaban gedung walet. Semakin tinggi wuwungannya, makin baik bagi rumah walet dan lebih disukai oleh burung walet.

Semakin besar jarak antara bubungan dengan plafon itu tandanya rongga antara bubungan dengan plafon bertambah besar. Dengan begitu, maka volume udara dalam ruangan tersebut juga semakin besar sehingga panas udara tidak sepenuhnya menyinggung plafon.

Rumah walet setinggi itu tak boleh tertutup oleh pepohonan tinggi di sekitarnya, hal ini karena walet hanya mau memasuki rumah yang lubang masuknya bebas dari pepohonan. Apabila tertutup oleh halangan seperti pohon di sekitarnya perlu dibangun rumah yang lebih tinggi lagi.

Karena burung walet sangat menyukai tempat yang tinggi, maka gedung yang di dalamnya luas akan sangat cocok sebagai tempatnya bersarang. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan beberapa trik untuk bisa memanggil burung-burung walet yang lain untuk datang.

Kamu bisa menggunakan plat alumunium untuk diletakkan di sudut atap sebagai tempat bagi burung walet untuk membuat sarangnya. Kemudian untuk kondisi lingkungan kandang burung walet, aturlah suhunya sekitar 24o C hingga 26o C dan kelembaban sekitar 80% hingga 95%. Ada baiknya jika kandang diletakkan jauh dari pemukiman atau jauh dari keramaian.

Pembibitan Anakan

Langkah awal ini kamu bisa mencari dan membeli telur-telur burung walet dengan kualitas yang baik untuk dilakukan pembibitan. Kamu bisa membelinya di pasar hewan atau juga bisa secara online.

Hal yang terpenting setelah mendapatkan telur walet adalah burung seriti. Karena burung seriti berfungsi untuk menetaskan telur walet tersebut.

Telur-telur inilah yang nantinya akan dierami oleh burung seriti. Maka dari itu, kamu harus memancing burung seriti supaya mau masuk ke bangunan. Cara memancingnya melalui pemutaran audio suara burung walet atau serit. Pemutaran suara sebaiknya dilakukan pada pukul 16.00 hingga 18.00. Karena pada saat itulah kawanan burung seriti akan beristirahat usai mencari makanan.

Dan bagi kamu yang belum tau cara memancing burung walet, bisa baca di artikel berikut ini https://rumahhewan.co.id/cara-memancing-burung-walet/

Tahap Penetasan

sumber: burungwaletkalimantan.blogspot.com

Bagi burung walet yang baru saja menetas, karena kondisinya belumlah kuat dan belum adanya bulu di tubuhnya, maka tempat yang hangat adalah solusinya. Anakan walet yang belum mampu makan sendiri perlu disuapi dengan telur semut atau kroto tiga kali sehari.

Cara mendapatkan telur semut bisa baca artikel berikut, cara ternak kroto dengan mudah.

Ketika anak burung walet sudah berumur 10 hari, kamu bisa memindahkannya ke sebuah kotak khusus dengan fasilitas pemanas. Kemudian di umur 43 hari, anak walet bisa dipindahkan ke rumah burung walet pada malam harinya. 

Telur walet:

  • Telur berwarna seperti merah mudah, merupakan telur yang baru dikeluarkan indukan dan masih berusia 0 – 5 hari.
  • Putih kemerahan: telur sudah berusia 6 – 10 hari.
  • Putih pekat kehitaman: telur sudah berusia 10-15 hari, dan sebentar lagi akan menetas.

Makanan Burung Walet

Makanan burung walet adalah berupa serangga-serangga. Kamu bisa menyediakan makanan untuk burung walet dengan cara meletakkan buah-buahan busuk atau membuatkannya kolam dengan tujuan agar ada nyamuk atau kutu-kutu yang bersarang di kolam tersebut. Maka, serangga-serangga itu lah yang akan menjadi makanan bagi burung walet.

Tak sedikit peternak burung walet yang memperoleh hasil panen tidak sesuai dengan harapan. Salah satu sebabnya adalah serangga yang menjadi makanan utama walet yang diperoleh di alam semakin sulit dan jauh jaraknya.

Membersihkan Sarang

Pembersihan kotoran dapat kamu lakukan 3 minggu sekali. Berhati-hatilah jika kamu membersihkannya agar tidak mengganggu burung-burung walet dan nantinya mereka akan pergi ketika merasa terancam. Kotoran burung walet yang sudah kamu kumpulkan janganlah langsung dibuang. Karena kotoran tersebut masih dapat dimanfaatkan kembali.

Kotorannya bisa digunakan sebagai pemancing serangga, supaya bisa dijadikan pakan walet. Jika sarang dalam kondisi tidak tercemar kotoran, maka kualitas sarang walet semakin bagus dan mempunyai harga jual yang mahal.

Hama Burung Walet

Berhati-hatilah dengan hama yang dapat membahayakan burung walet. Tikus, kadal, burung hantu, dan beberapa hewan lainnya harus segera dimusnahkan agar tak mengganggu burung-burung walet di sarangnya.

Agar budidaya burung walet berjalan dengan baik, kamu harus menjauhkan hewan yang mengganggu baik dari burungnya maupun sarangnya. Biasanya yang paling mengganggu adalah semut api yang ada disekitar sarang.

Baca juga: Tips memilih indukan burung lovebird

Pemanenan

sumber: faunadanflora.com

Pada tahap pemanenan, bersihkan dahulu dari kotoran-kotoran yang menempel. Baru kemudian dapat kamu lakukan penjualan.

Sarang burung walet siap dipanen jika dalam kondisi sudah memungkinkan untuk dipetik. Untuk melakukan pemetikan harus diperhatikan dengan hati-hati, dan dengan teknik khusus agar hasilnya bisa memenuhi mutu dan kualitas sarang walet yang baik.

Maka dari itu diperlukan pengetahuan mengenai bagaimana memanen sarang walet dengan benar sehingga tidak menimbulkan kerugian. Berikut ini cara panennya:

1. Panen rampasan

Panen rampasan dilakukan setelah sarang sudah siap dibuat dan akan digunakan untuk bertelur. Sebelum burung bertelur, sarangnya diambil. Keuntungan panen jenis ini adalah waktu panen lebih cepat, kualitas sarang yang bagus, dan produksi sarang lebih banyak.

Namun cara ini tidak efektif dalam mengembangbiakkan burung walet, sebab burung walet yang akan bertelur nantinya mencoba membangun kembali sarangnya dengan kondisi yang lemah, dan lama-lama membuat produksi sarang kecil dan tipis, karena tidak mampu memproduksi air liur dengan baik.

2. Panen buang telur

Panen buang telur dilakukan setelah burung membuat sarang dan meletakkan telurnya. Kemudian telurnya diambil untuk di pakai sendiri atau dijual kepada orang lain yang ingin ternak burung walet.

Dengan cara panen ini, dalam setahun bisa panen hingga 4 kali, dengan kualitas sarang yang baik. Kelemahannya, burung walet tidak diberi kesempatan berkembang biak.

3. Panen penetasan

Sarang walet dipanen setelah telur menetas dan anak-anaknya sudah bisa terbang sendiri. Kelemahannya, kualitas sarang menjadi rendah karena sudah mulai rusak dan dicemari kotoran burung.

Pemeliharaan yang dilakukan dengan serius dan cara budidaya burung walet yang baik dan benar, mampu menghasilkan pencapaian yang maksimal untuk kamu. Selain itu pemeliharaan ini juga mampu mendongkrak akan tingginya permintaan sarang burung walet. Sehingga diharapkan dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi mereka yang memiliki rencana untuk memelihara burung walet, namun masih ragu akan prosesnya. 

Tinggalkan komentar