Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton

Rumahhewan.co.id, Ternak ikan nila – Ikan Nila termasuk pemenuh kebutuhan makanan berupa protein yang cukup terjangkau dan enak rasanya. Peminatnya juga tinggi, sehingga membudidayakannya akan memberi hasil yang menguntungkan. Pada saat ini pasokan ikan Nila masih kurang dan terbuka lebar. Salah satu cara pemeliharaannya adalah dengan budidaya ikan nila di kolam beton.

Ikan Nila 

Ikan nila dengan nama latinnya Oreochromis niloticus, atau yang juga dikenal sebagai ikan Nile Tilapia ini termasuk ikan yang bandel dan tidak mudah sakit. Ikan air tawar ini  mempunyai batasan toleransi yang cukup tinggi terhadap beragam kondisi cuaca dan lingkungan perairan yang ada.

Secara umum pada saat masih berukuran kecil maka ikan Nila itu akan bisa lebih tahan terhadap berbagai perubahan lingkungan, yang terjadi jika dibandingkan dengan ikan nila yang  telah berukuran besar. Ikan Nila ini termasuk jenis pemakan segalanya.

Cara Ternak Ikan Nila di Kolam Beton

Cara pemeliharaan ikan Nila di kolam beton cukup mudah. Berbagai tips dalam tahapannya adalah sebagai berikut.

1. Persiapan Kolam Beton

Pertama bersihkan dari lumpur dan berbagai kotoran kolam beton yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan nila tersebut. Lalu keringkan untuk selama sekitar 1 hari atau hingga 2 hari, sampai kolam beton benar-benar kering dan bersih, baru kemudian bisa diberi aliran air jernih.

Tingkat ketinggian air kolam yang diperlukan untuk kolam ikan Nila adalah sekitar 60 cm hingga 100 cm. Lalu bisa diberikan pemupukan dengan komposisi pupuk kandang 250 per meter persegi hingga kemudian tumbuh fitoplankton alami. 

2. Penebaran Indukan Ikan Nila

Pilih indukan Nila yang ditebarkan di kolam beton dengan ikan nila yang telah memiliki berat sekitar  250 gram hingga 300 gram. Lalu penebaran induk tersebut ditebar di kolam dengan tingkat kepadatan skala 2 ekor hingga 3 ekor per meter perseginya.

Penebaran induk tersebut dilakukan dengan dipisahkannya terlebih dahulu antara jenis ikan jantan dan betinanya, sebelum pemijahan masal itu dilakukan di kolam pemijahannya.

3. Pemberian Pakan

Kemudian guna pemberian pakannya maka pada perbandingan yang digunakan adalah sekitar 2% hingga 3% dari bobot rata-rata ikannya. Lalu untuk waktu pemberian pakannya bisa dilakukan pada pagi hari sekitar jam 08.00 dan lalu di sore yakni pada sekitar jam 15.00.

Tingkat frekuensi waktu pemberian pakan adalah sebanyak 2 kali saja cukup. Pakan yang digunakan untuk diberikan pada pakan indukannya yakni bisa dengan pelet terapung.

4. Pengelolaan Kualitas Air

Jaga selalu kebersihan kolam betonnya. Kualitas air kolam terutama untuk indukan harus terjaga dengan baik supaya induk bisa tetap sehat dan juga tidak akan mudah terserang dengan berbagai jenis penyakit.

Kolam beton untuk indukan ikan Nila sebaiknya menggunakan jenis kolam running yakni yang air masuk dan juga air keluarnya adalah berjalan dan mengalir selama 24 jam tanpa henti.

Demikian pula jaga perbandingan debit air yang masuk dengan komposisi pemberian pakannya. Bisa dipasang saluran inlet dengan jaring guna mencegah sampah yang berasal dari aliran air irigasi supaya tidak masuk ke dalam kolam indukannya. Jaga juga agar tingkat PH air dalam kondisi yang ideal. 

Untuk yang ingin ternak ikan Nila merah, bisa menuju ke artikel berikut, https://rumahhewan.co.id/budidaya-ikan-nila-merah/

5. Pemanenan Ikan

Jika ukuran ikan Nila telah mencapai ukuran standar maka ikan nilai sudah siap panen, ukuran standar ikan Nila untuk pasaran domestik ialah sekitar 300 gram hingga 500 gram atau telah berusia minimal selama sekitar 2 bulan.

Teknik atau cara pemanenan ikan Nila yang paling mudah ialah dengan cara mengeringkan kolam beton ikan Nilanya, baik itu untuk panen sebagian ataupun panen secara total.

Kemudian juga selama pemanenan ikan nila tersebut, maka kolam beton ikan Nila haruslah selalu dialiri dengan air segar dengan maksud dan tujuan agar bisa mencegah supaya ikan tidak menjadi stres dan lalu bisa menjadi mati. Sesudah ikan nila berkumpul pada suatu kubangan, maka lalu bisa dikeruk ikannya.

Kemudian sesudah proses panen tersebut selesai, maka lalu kolam beton tersebut lalu bisa dikeringkan kembali guna melakukan persiapan untuk budidaya ikan nila periode yang berikutnya.

Tak ada salahnya mencoba budidaya ikan Nila di kolam beton. Pemeliharaannya akan menjadi lebih mudah dan hasilnya akan lebih menguntungkan.

Tinggalkan komentar