Budidaya Cacing Sutra Organik

Rumahhewan.co.id – Budidaya cacing sutra organik, belakangan ini bisa dijadikan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Cacing sutra atau biasa disebut cacing rambut memiliki tubuh yang sangat lunak dan lembut. Ukurannya pun lebih kecil jika dibandingkan dengan cacing jenis lainnya. Jenis cacing ini memiliki prospek yang menguntungkan untuk dijadikan sebagai bisnis sampingan dengan hasil yang menggiurkan.

Cacing sutra biasanya dijadikan sebagai pakan ikan. Maka dari itu, cacing jenis ini sudah tidak asing lagi di telinga para pembudidaya ikan terutama untuk pakan ikan cupang. Cacing jenis ini hidup dengan berkelompok atau berkoloni, sehingga saat Anda meletakkan cacing sutra di sebuah wadah, cacing tersebut akan membentuk gumpalan yang bergerak melambai dan berwarna kemerahan.

Cara Budidaya Cacing Sutra Organik

Cara ternak cacing sutra tidak jauh seperti ternak cacing merah, berikut beberapa cara yang harus diperhatikan.

1. Media Budidaya Cacing

Pertama kali yang harus Anda siapkan adalah media yang digunakan untuk budidaya cacing sutra organik. Untuk ternak cacing, Anda bisa menggunakan media air dan media lumpur. Apabila Anda menggunakan media lumpur, maka Anda disarankan untuk menggunakan lumpur yang tidak mengandung logam, yaitu lumpur dari area persawahan.

Jika Anda menggunakan media air, ada beberapa langkah yang perlu Anda perhatikan. Keunggulan dari penggunaan air sebagai media adalah lebih hemat dan Anda juga tidak perlu susah payah mencari lumpur. Berikut ini adalah cara budidaya cacing sutra organik dengan media air.

  • Siapkan air bersih sebagai media budidaya cacing sutra. Gunakan air yang tidak tercemar dan tidak mengandung kimia yang bisa mengakibatkan cacing mati.
  • Usahakan air selalu mengalir. Anda bisa menggunakan susunan dari nampan plastik agar terlihat rapi dan air bisa terus mengalir.
  • Anda bisa meletakkan saluran air pada nampan paling atas agar airnya bisa selalu mengalir.

2. Bibit Cacing Sutra

bibit cacing sutra

Anda bisa mendapatkan bibit cacing sutra dengan mudah. Anda bisa mendapatkan bibit cacing di pasar hewan atau toko ikan hias. Namun, jika Anda memiliki atau dekat dengan sawah atau ladang, Anda bisa mencari bibit cacing sutra yang biasanya hidup di lumpur. Pilihlah bibit yang berkualitas baik. Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan bibit cacing sutra.

  • Perhatikan dan pantau terus kondisi bibit cacing sutra yang Anda budidayakan. Pilihlah bibit yang daya tahannya lama dengan ciri-ciri gumpalan cacing menyerupai rambut yang menggumpal dan bergerak-gerak dengan cepat.
  • Anda bisa memisahkan antara gumpalan cacing yang satu dengan gumpalan yang lain, lalu Anda bisa memindahkannya ke tempat atau wadah yang telah diisi dengan air bersih.
  • Tujuan gumpalan cacing ini dipindahkan adalah untuk mengarantina atau memisahkan cacing dari bakteri atau logam, sehingga lebih steril. Proses karantina sangat dianjurkan dan dapat dilakukan selama 2 sampai 3 hari. Usahakan wadah atau tempat cacing sutra selalu dialiri dengan air bersih dengan volume air yang kecil dan mengandung kadar oksigen yang cukup.

3. Pemeliharaan Cacing Sutra

Keberhasilan dari budidaya adalah pemilihan bibit dan proses pemeliharaannya. Cacing sutra yang berkualitas akan sangat bergantung pada bagaimana Anda merawatnya. Jika Anda melakukan pemeliharaan yang baik, maka hasil yang didapat juga akan maksimal. Berikut ini adalah langkah pemeliharaan budidaya cacing sutra organik.

  • Melakukan pemindahan cacing adalah langkah pertama yang harus Anda lakukan. Saat melakukan pemindahan, Anda harus hati-hati karena cacing ini sangat mudah mengalami stress. Sangat disarankan untuk tidak menggunakan tangan secara langsung saat melakukan pemindahan karena suhu tubuh dapat menyebabkan bibit cacing gagal tumbuh.
  • Perhatikan debit air yang Anda gunakan sebagai media. Usahakan airnya selalu mengalir agar cacing sutra dapat tumbuh dengan baik.
  • Debit air yang cocok untuk cacing sutra adalah pada kisaran 5 sampai 7 centimeter. Agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, usahakan debit airnya tidak lebih atau tidak kurang dari kisaran normal.

4. Pemberian Pakan

Pemberian pakan sangat memengaruhi tumbuh kembang cacing sutra yang Anda budidayakan. Untuk pakan cacing, Anda bisa menggunakan bahan organik yang difermentasikan. Pilihlah bahan organik yang mudah hancur atau bertekstur lembek, tujuannya agar kebutuhan nutrisi pada cacing dapat terpenuhi.

Anda juga bisa menggunakan ampas tahu sebagai pakan cacing sutra karena mengandung protein dan jamur yang baik untuk perkembangan cacing sutra. Pakan yang sudah difermentasi ini dapat Anda berikan saat cacing berusia 10-12 hari sesudah pemindahan.

Anda juga bisa menggunakan tepung ikan atau kotoran ayam yang sudah difermentasi untuk dimbahkan dengan sawi yang sudah dilembutkan agar hasil panen cacing melimpah.

5. Proses Panen Cacing

Pada umumnya, cacing sutra dapat dipanen saat memasuki usia 70 hingga 75 hari sesudah proses pemindahan. Proses panen ini sebenarnya hanya pengurangan koloni saja, yaitu mengambil atau memangkas koloni cacing pada bagian bawah untuk dikembang biakkan lagi. Dalam satu tempat atau wadah biasanya menghasilkan cacing sutra sekitar 100 sampai 150 ml.

Untuk memanennya, Anda bisa menyiapkan kain berwarna gelap untuk menutup tempat budidaya cacing. Jika Anda tidak memiliki kain berwarna gelap, Anda bisa menaruhnya di tempat yang gelap dan biarkan sampai sekitar 5-6 jam. Kumpulkan koloni cacing dengan sendok atau jaring ikan kecil.

Cara budidaya cacing sutra organik yang sudah dijelaskan pada artikel ini bisa Anda terapkan sebagai langkah memulai bisnis budidaya cacing sutra. Untuk mencapai hasil yang memuaskan dan maksimal, perlu ketelatenan dan kesabaran agar cacing yang Anda kembang biakkan dapat tumbuh dengan baik

Tinggalkan komentar